NAMA : CINTYA BELA
KELAS : PAI B
KELAS : PAI B
NIM : 11901300
RESUME SISTEMATIS PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA PAI/FTIK INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK DI PERPUSTAKAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
1. COVER/SAMPUL
- A. JUDUL SKRIPSI
- B. PENULIS
- C. JURUSAN
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak
2. MOTTO
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya : Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu : "Berlapang-lapanglah dalam majlis". Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan : "Beridirilah kamu ". Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang -orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al-Mujadalah : 11)
3. ABSTRAK
ZURIANA, Kesulitan Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Agama Islam (PAI) Aspek Materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VIII E di SMP N 13 Pontianak Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi, Pontianak : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2014.
Pendidikan ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai siswa-siswa kelas VIII E SMP N 13 Pontianak pada mata pelajaran PAI aspek SKI tahun pelajaran 2014/2015. Dikarenakan sulitnya siswa-siswi menghafal aspek materi SKI dan sulitnya siswa-siswi memahami aspek materi SKI.
Penelitian ini dilakukan di kelas VIII E SMP N 13 Pontianak tahun pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan subjek adalah dengan cara membagi sumber data menjadi sumber utama yaitu siswa-siswi SMP N 13 Pontianak, dan sumber data pendukung guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model analisis data interaktif melalui tahapan : reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Sedangkan teknik pemeriksaan data, yaitu trianggulasi data dan mengadakan member chek.
4. DAFTAR ISI
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM ASPEK MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI)
A. Penelitian Terdahulu Yang Releva
B. Kesulitan Belajar
1. Pengertian Kesulitan Belajar
2. Kesulitan Belajar Siswa Dalam Menghafal Materi
3. Kesulitan Belajar Siswa Dalam Memahami Materi
4. Gejalah-Gejalah Kesulitan Belajar
5. Cara Megenali Siswa Yang Mengalami Kesulitan Belajar
C. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Aspek Sejarah Kebudayaan Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam (PAI)
2. Fungsi Pendidikan Agama Islam
3. Tujuan Pendidikan Agama Islam
4. Aspek Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
B. Data dan Sumber Data
C. Setting Penelitian
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Wawancara mendalam
2. Tes
3. Dokumentasi
E. Analisis Data
1. Pengumpulan Data
2. Reduksi Data
3. Display Data
4. Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan
F. Teknik pemeriksaan dan keabsahan data
1. Member Check
2. Triagulasi Data
3. Kecukupan Referensi
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
B. Paparan Data Penelitian
1. Kesulitan siswa dalam menghafal materi dalam mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam aspek materi Sejarah Kebudayaan Islam dikelas VIII E SMP N 13
Pontianak tahun ajaran 2014/2015
2. Kesulitan siswa dalam memahami materi mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam aspek mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dikelas VIII E SMP N 13
Pontianak tahun ajaran 2014/2015
C. Temuan Penelitian
D. Pembahasan
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulam
B. Saran
DAFTAR PUSAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
lampiran 1 . SK Seminar proposal
lampiran 2 . SK Pembimbing skripsi
lampiran 3 . Pelaksanaan pembimbing skripsi
lampiran 4 . Surat izin penelitian
lampiran 5 . Kisi-kisi penelitian
lampiran 6 . Pedoman wawancara
lampiran 7 . Pedoman tes
lampiran 8 . Hasil wawancara
lampiran 9 . Hasil tes
lampiran 10 . Surat keterangan melaksanakan penelitian
lampiran 11 . Dokumtasi foto-foto kelas VII E SMP N 13 Pontianak tahun ajaran 2014/2015
KUTIPAN TEORI
1. Menurut Achmad Muzakir dan Joko Sutrisno (1997:65) secara garis besar yang dapat
menyebabkan kesulitan belajar pada siswa dapat digolongkan menjadi dua faktor yaitu
faktor intern dan faktor ekstern .
2. Menurut Slameto (1995:65) belajar adalah perubahan yang dilakukan secara terus
menerus sepanjang akhir hayat manusia sekaligus merupakan suatu keharusan bagi
setiap manusia untuk melakukannya demi meningkatkan kualitas hidupnya.
3. Menurut Ischak dan Warji R (1998:69) kesulitan belajar adalah suatu kejadian atau
peristiwa yang menunjukan bahwa dalam mencapai tujuan pengajaran, sejumlah
mahasiswa mengalami kesulitan dalam menguasai secara tuntas bahan pelajaran
yang diajarkan.
4. Menurut AL- Hadid Wahyu Putra (2011:13) mengatakan kesulitan belajar adalah gejala
yang tampak pada siswa yang ditandai adanya hasil belajar rendah dibanding dengan
prestasi yang dicapai sebelumnya.
5. Menurut Abdurahman Mulyono (1999:6) kesulitan belajar adalah gangguan dan
satu atau lebih dari proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan
penggunaan bahasa ujaran.
6. Menurut M Alisuf sabri (1996:88) mengatakan bahwa kesulitan belajar siswa disini
harus diartikan sebagai kesukaran siswa dalam menerima atau menyerap pelajaran
disekolah.
7. Menurut Ki Hajar Dewantara dalam (Nata, 1997:6) bahwa pendidikan adalah usaha
yang dilakukan dengan penuh keinsyafan untuk keselamatan dan kebahagiaan.
8. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2004:213) siswa yang mengalami kesulitan belajar
adalah siswa yang tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman,
hambatan ataupun gangguan dalam belajar, sehingga menampakan gejala-gejala
yang bisa diamati oleh orang lain, guru ataupun orang tua.
9. Menurut Abu Ahmadi (1990:69) menghafal adalah proses mengingat.
10. Menurut Slameto (1995:52) kesulitan adalah ketidak sanggupan seseorang dalam
mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan.
DAFTAR PUSAKA
Abu Ahmadi, (1990), Teknik belajar yang efektif,
Semarang: PT. Renika Cipta.
Abdurrahman Mulyono, (2002), Belajar efektif,
Bandung: pustaka setia.
Slameto, (1995), Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya,
Jakarta: bumi aksara.
Hellen, (2002), Bimbingan dan konseling,
Jakarta: ciputat pers.
Muzakkir, (1997), Kesulitan belajar,
Jakarta: bumi aksara.
M Nurdin, (2005), Pendidikan yang menyebalkan,
Jogyakarta: ar-ruzz.
Lexy J Meleong, (2000), Metode penelitian kualitatif,
Bandung: remaja rosda karya
Derek Wood, (2005), Kiat menagatasi gangguan belajar,
Jogyakarta: kata hati.
Harun Rasyid, (2000), Metode penelitian kualitatif bidang ilmu sosial dan agama,
Pontianak: kopma STAIN.
R. I Suhartin, (1999), Mengatasi kesulitan dalam pendidikan anak,
Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar