Assalamu’alaikum Wr. Wb
Perkenalkan nama saya Cintya Bela pada
kesempatan kali ini saya akan meyampaikan laporan bacaan yang telah saya
baca. Bacaan saya pada minggu pertama ini mengambil tema dari Manajemen
Kelas. Pada jurnal yang berjudul “Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan
Efektifitas Proses Belajar Mengajar“ yang bisa kalian akses melalui link
ini https://core.ac.uk/download/pdf/228816301.pdf
Pada pembahasan pertama dari jurnal ini membahas tentang pengertian dari manajemen kelas dari segi bahasa dan menurut para ahli pendidikan. Dari segi bahasa Manajemen merupakan terjemahan dari kata “Pengelolaan”. Arti dari manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Maka, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. para ahli pendidikan mendefinisikan manajemen kelas, antara lain :
- DR. Hadari Nawawi berpendapat
bahwa manajemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas
dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang
seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang
kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat
dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang
berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
- Johanna
Kasin Lemlech, dalam bukunya Drs. Cecep Wijaya & Drs. A. Tabrani
Rusyan mengatakan bahwa “Classroom management is the orchestration of
classroom life : planning curriculum, organizing procedures and resources,
arranging the environment to maximize efficiency, monitoring student
progress, anticipating potential problems.“ Menurut definisi ini, yang
dimaksud dengan manajemen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata
kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur
dan sumber belajarnya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimumkan
efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah- masalah
yang mungkin timbul.
- Drs. Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa “manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.”
- Memberi guru pemahaman yang
lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan
pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
- Membantu guru memperjelas
pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan
pendidikan.
- Menambah keyakinan guru atas
nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan.
- Membantu guru dalam rangka
mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan mendorong
motivasi belajar.
- Mengurangi kegiatan yang
bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikulum
yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.
- Murid-murid akan menghormati
guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai
dengan harapan- harapan mereka.
- Memberikan kesempatan bagi
guru-guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya.
- Membantu guru memiliki
perasaan percaya pada diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.
- Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada murid
Pembahasan selanjutnya dari jurnal ini membahas tentang tujuan manajemen kelas. Adapun tujuan dari manajemen kelas secara umum yang dikemukakan penulis adalah sebagai berikut :
- Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
- Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
- Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
- Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
- Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
- Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.
Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan daripada manajemen kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Kedua, Tujuan Untuk Guru:
- Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
- Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa.
- Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu.
- Untuk memiliki strategi ramedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.
Maka dapat disimpulkan bahwa agar setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dengan menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien.
Pada pembahasaan selanjutnya membahas tentang prosedur menajemen
kelas, dalam jurnal ini penulis membagi prosedur manajemen kelas menjadi dua
bentuk, yang pertama prosedur manajemen kelas yang bersifat preventif dan
bersifat kuratif.
1. Prosedur Manajemen Kelas
yang Bersifat Preventif Meliputi :
a. Peningkatan Kesadaran
Pendidik Sebagai Guru
Suatu langkah yang
mendasar dalam strategi manajemen kelas yang bersifat preventif adalah
meningkatkan kesadaran diri pendidik sebagai guru.
b. Peningkatan Kesadaran
Siswa
Kesadaran akan
kewajibannya dalam proses pendidikan ini baru akan diperoleh secara menyeluruh
dan seimbang jika siswa itu menyadari akan kebutuhannya dalam proses
pendidikan. Dalam hal proses pembelajaran, siswa harus menyadari bahwa belajar
adalah dengan tujuan tertentu.
c. Penampilan Sikap Tulus
Guru
Guru mempunyai peranan
yang besar dalam menciptakan kondisi belajar yang optimal. Guru perlu bersikap
dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa.
d.
Pengenalan Terhadap Tingkah Laku Siswa
Tingkah laku siswa yang
harus dikenal adalah tingkah laku baik yang mendukung maupun yang dapat
mencemarkan suasana yang diperlukan untuk terjadinya proses pendidikan.
e.
Penemuan Alternatif Manajemen Kelas
Agar pemilihan
alternatif tindakan Manajemen Kelas dapat sesuai dengan situasi yang
dihadapinya, maka perlu kiranya pendidik mengenal berbagai pendekatan yang
dapat digunakan dalam Manajemen Kelas.
f. Pembuatan Kontrak Sosial
Kontrak sosial pada hakekatnya berupa norma yang dituangkan dalam bentuk peraturan atau tata tertib kelas baik tetulis maupun tidak tertulis, yang berfungsi sebagai standar tingkah laku bagi siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok.
2. Prosedur Manajemen Kelas
yang Bersifat Kuratif meliputi:
a. Identiffikasi masalah
Pertama-tama guru
melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki
penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu kelancaran proses
pendidikan didalam kelas, dalam arti apakah termasuk tingkah laku yang
berdampak negatif secara luas atau tidak, ataukah hanya sekedar masalah
perseorangan atau kelompok, ataukah bersifat sesaat saja ataukah sering
dilakukan maupun hanya sekedar kebiasaan siswa.
b. Analisis Masalah
Dengan hasil penyidikan
yang mendalam, seorang guru dapat melanjutkan langkah ini yaitu dengan berusaha
mengetahui latar belakang serta sebab-musabab timbulnya tingkah laku siswa yang
menyimpang tersebut. Dengan demikian, akan dapat ditemukan sumber masalah yang
sebenarnya.
c. Penetapan Alternatif
Pemecahan
Untuk dapat memperoleh
alternatif-alternatif pemecahan tersebut, hendaknya mengetahui berbagai
pendekatan yang dapat digunakan dalam Manajemen Kelas dan juga memahami
cara-cara untuk mengatasi setiap masalah sesuai dengan pendekatan masing-
masing
d.
Monitoring
Hal ini diperlukan,
karena akibat perlakuan guru dapat saja mengenai sasaran, yaitu meniadakan
tingkah laku siswa yang menyimpang, tetapi dapat pula tidak berakibat apa-apa
atau bahkan mungkin menimbulkan tingkah laku menyimpang berikutnya yang justru
lebih jauh menyimpangnya. Langkah monitoring ini pada hakekatnya ditujukan
untuk mengkaji akibat dari apa yang telah terjadi.
e. Memanfaatkan Umpan Balik (Feed-Back) Hasil Monitoring tersebut,
hendaknya dimanfaatkan secara konstruktif, yaitu dengan cara mempergunakannya
untuk :
1) Memperbaiki
pengambilan alternatif yang pernah ditetapkan bila kelak menghadapi masalah
yang sama pada situasi yang sama.
2) Dasar dalam melakukan kegiatan Manajemen Kelas berikutnya sebagai tindak lanjut dari kegiatan Manajemen Kelas yang sudah dilakukan sebelumnya.
Pembahasan selanjutnya dari jurnal ini yaitu membahas tentang
Pendekatan menajemen kelas yaitu Pendekatan Manajerial, Pendekatan ini dilihat
dari sudut pandang manajemen yang berintikan konsepsi tentang kepemimpinan.
Dalam pendekatan ini, dapat dibedakan menjadi
1. Kontrol Otoriter
Dalam menegakkan disiplin kelas guru harus bersikap keras, jika perlu dengan hukuman-hukuman yang berat. Menurut konsep ini, disiplin kelas yang baik adalah apabila siswa duduk, diam, dan mendengarkan perkataan guru.
2. Kebebasan Liberal
Menurut konsep ini, siswa harus diberi kebebasan sepenuhnya untuk
melakukan kegiatan apa saja sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dengan cara
seperti ini, aktivitas dan kreativitas anak akan berkembang sesuai dengan
kemampuannya. Akan tetapi, sering terjadi pemberian kebebasan yang penuh, ini
berakibat terjadinya kekacauan atau kericuhan didalam kelas karena kebebasan
yang didapat oleh siswa disalahgunakan.
3. Kebebasan Terbimbing
Konsep ini merupakan perpaduan antara kontrol otoriter dan kebebasan liberal. Disini siswa diberi kebebasan untuk melakukan aktivitas, namun terbimbing atau terkontrol. Disatu pihak siswa diberi kebebasan sebagai hak asasinya, dan dilain pihak siswa harus dihindarkan dari perilaku-perilaku negatif sebagai akibat penyalahgunaan kebebasan. Disiplin kelas yang baik menurut konsep ini lebih ditekankan kepada kesadaran dan pengendalian diri-sendiri.
Penulis juga mengemukakan Implementasi Manajemen Kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar meliputi: perencanaan pembelajaran, pengarahan, mengatur ruang kelas, komunikasi; dan kontrol. Hal ini diimplementasikan untuk meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar sehingga dapat meraih prestasi yang murni.
Dalam jurnal ini juga membahas tentang Faktor penghambat manajemen
kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar adalah
a. Faktor guru, faktor penghambat yang datang dari berupa hal-hal,
seperti: tipe kepemimpinan guru yang otoriter, format belajar mengajar yang
tidak bervariasi (monoton), kepribadian guru yang tidak baik, pengetahuan guru
yang kurang, serta pemahaman guru tentang peserta didik yang kurang.
b. Faktor peserta didik. Kekurang sadaran peserta didik dalam
memenuhi tugas dan haknya sebagai anggota kelas atau suatu sekolah akan menjadi
masalah dalam pengelolaan kelas.
c. Faktor keluarga. Tingkah laku peserta didik di dalam kelas
merupakan pencerminan Keadaan keluarganya. Sikap otoriter orang tua akan
tercermin dari tingkah laku peserta didik yang agresif atau apatis. Di dalam
kelas sering ditemukan ada peserta didik pengganggu dan pembuat ribut, mereka
itu biasanya dari keluarga yang broken-home.
d. Faktor fasilitas. Faktor ini meliputi: jumlah peserta didik dalam kelas yang terlalu banyak dan tidak seimbang dengan ukuran kelas, besar dan kecilnya ruangan tidak disesuaikan dengan jumlah peserta didiknya, ketersediaan alat yang tidak sesuai dengan jumlah peserta didik yang membutuhkannya.
a) mempersiapkan tugas administratif,
b) penggunaan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang bervariasi; dan
c) menggunakan pendekatan pluralistik.
Wassalamu'alaikum Wr Wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar