Sabtu, 21 September 2019

Pengalaman Bahasa

       Assalamualaikum Wr.Wb

       Saya akan mencerita pengalaman saya tentang berbahasa
       Pada saat saya masuk ke Pondok Pesantren Darul Ulum, saya bertemu dengan banyak santri yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat bahkan juga ada santri yang berasal dari daerah luar Kalimantan Barat. Disana saya belajar untuk berbaur dengan mereka. Tetapi awal nya mereka hanya berbaur dengan santri-santri yang berasal dari daerah mereka saja.
       Terkadang mereka juga saling membicarakan santri lain nya dengan menggunakan bahasa daerah mereka, mungkin agar kita tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Tapi seiring berjalannya waktu kita bisa saling berteman dan mempelajari bahasa daerah masing-masing.
        Di podok pesantren hanya di anjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Jadi disana saya di tekankan untuk pembelajari ketiga bahasa tersebut. Di sekolah juga ada pelajaran bahasa Mandarin. Di pesantren lah saya banyak belajar dan mengetahui berbagai macam bahasa, baik itu bahasa daerah maupun bahasa asing
        Karena di pesantren mayoritas suku Madura, jadi bahasa daerah yang sering di dengar adalah bahasa Madura. Jujur saja saya beasal dari suku Madura tetapi saya tidak bisa menggunakan bahasa Madura, di karena kan saya hidup di kalangan orang melayu, dan orang tua saya juga saat berbicara dengan saya tidak pernah menggunakan bahasa madura.
        Pada saat pengenalan santri baru, para santri harus menyebutkan suku mreka masing-masing, dan alhasil saya menyebutkan bahwa saya berasal dari suku Madura. Setelah saya selesai perkenalan ada seseorang teman saya bertanya kepada saya menggunakan bahasa Madura “kakeh reng matureh? Sangkeh engkok kakeh reng melajuh”. Pada saat itu saya menjawab dengan tersenyum saja, karena saya tidak mengerti apa yang di katakan oleh nya.
         Setelah lama menyantri saya baru bisa mengerti bahasa Madura, dan sedikit demi sedikit bisa mengucapkan nya. Karena mayoritas di pesantren santri nya bersuku madura, jadi tak heran jika teman-teman saya yang berasal dari suku selain Madura, bisa mengerti dan lancar manggunakan bahasa madura. Dari pengalaman saya ini bisa saya simpulkan bahwa baik bahasa daerah manapun maupun bahasa asing bisa kita mengerti asalkan sering kita dengar atau kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
         Sekian pengalaman berbahasa dari saya, jika ada salah kata-kata mohon di maafkan

         Wassalamualaikum. Wr. Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar